Pelajari cara install Nuxt.js terbaru atau Nuxt 4 menggunakan Node.js dan npm, mulai dari persiapan environment hingga menjalankan project pertama.
Cara Install Nuxt.js Terbaru (Nuxt 4) untuk Pemula
Nuxt.js merupakan framework berbasis Vue.js yang dapat digunakan untuk membangun website dan aplikasi web modern. Nuxt menyediakan berbagai fitur yang membantu developer membangun aplikasi dengan lebih terstruktur, termasuk server-side rendering (SSR), routing berbasis file, auto-import, server API, serta sistem rendering yang fleksibel.
Bagi developer yang baru ingin memulai menggunakan Nuxt, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyiapkan environment kemudian membuat project Nuxt baru.
Pada artikel ini, kita akan membahas cara install Nuxt.js terbaru atau Nuxt 4 dari awal, mulai dari mengecek Node.js, membuat project, menjalankan development server, hingga mengenal struktur project yang dihasilkan.
Catatan: Artikel ini menggunakan Nuxt 4. Dokumentasi resmi Nuxt saat artikel ini ditulis menunjukkan versi Nuxt 4.5.2 sebagai rilis terbaru. Nuxt 3 juga telah mencapai end of life pada 31 Juli 2026, sehingga project baru sebaiknya menggunakan Nuxt 4.
Apa Itu Nuxt.js?
Nuxt.js adalah framework yang dibangun di atas Vue.js untuk membuat aplikasi web dengan pendekatan yang lebih terstruktur.
Berbeda dengan menggunakan Vue.js secara langsung, Nuxt sudah menyediakan berbagai konvensi dan fitur yang umum dibutuhkan dalam pengembangan aplikasi modern.
Beberapa fitur yang tersedia antara lain:
File-based routing.
Server-side rendering.
Static generation dan prerendering.
Auto-import components dan composables.
Server API menggunakan Nitro.
Data fetching.
Middleware.
Layout.
SEO dan metadata.
Code splitting.
Development tools.
Dukungan TypeScript.
Nuxt juga menggunakan Nitro sebagai server engine sehingga aplikasi dapat dideploy ke berbagai jenis environment, termasuk Node.js server, static hosting, serverless, maupun edge environment.
Persiapan Sebelum Install Nuxt.js
Sebelum membuat project Nuxt, terdapat beberapa hal yang perlu dipersiapkan.
1. Node.js
Nuxt 4 membutuhkan Node.js 22.x atau lebih baru berdasarkan dokumentasi instalasi resmi Nuxt.
Dokumentasi Nuxt juga merekomendasikan penggunaan versi Node.js yang merupakan active LTS, dan menyarankan menggunakan versi genap seperti Node.js 22 atau 24.
Untuk memeriksa versi Node.js yang sudah terinstall, jalankan:
node -v
Contohnya:
v24.x.x
Anda juga dapat memeriksa versi npm:
npm -v
Jika Node.js belum terinstall, gunakan installer atau package manager resmi Node.js dan pilih versi LTS.
2. Code Editor
Anda dapat menggunakan code editor apa pun yang mendukung JavaScript dan Vue.
Salah satu pilihan yang populer adalah Visual Studio Code.
Untuk pengalaman development Nuxt yang lebih baik, dokumentasi resmi Nuxt merekomendasikan extension Vue resmi untuk VS Code.
3. Terminal
Anda membutuhkan terminal untuk menjalankan command Nuxt.
Pada Linux dan macOS dapat menggunakan terminal bawaan.
Pada Windows dapat menggunakan PowerShell, Command Prompt, atau terminal yang tersedia di Visual Studio Code.
Cara Install Nuxt.js Terbaru
Setelah Node.js tersedia, kita dapat membuat project Nuxt baru.
Nuxt menyediakan beberapa package manager, seperti:
npm
yarn
pnpm
bun
Pada tutorial ini kita menggunakan npm karena merupakan pilihan yang paling mudah untuk pemula.
Langkah 1 — Buat Project Nuxt
Buka terminal kemudian jalankan:
npm create nuxt@latest daily-big-boss
Perintah tersebut akan menggunakan Nuxt CLI untuk membuat project baru.
Anda dapat mengganti daily-big-boss dengan nama project yang diinginkan.
Contohnya:
npm create nuxt@latest my-nuxt-app
Dokumentasi resmi Nuxt menggunakan command npm create nuxt@latest <project-name> untuk membuat project baru.
Langkah 2 — Masuk ke Folder Project
Setelah proses pembuatan project selesai, masuk ke direktori project:
cd daily-big-boss
Jika nama project yang digunakan berbeda, sesuaikan dengan nama folder project Anda.
Langkah 3 — Install Dependency
Jika CLI belum melakukan proses instalasi dependency secara otomatis, jalankan:
npm install
Command tersebut akan membaca package.json kemudian menginstall dependency yang dibutuhkan oleh project.
Setelah selesai, project sudah siap dijalankan.
Langkah 4 — Jalankan Nuxt dalam Development Mode
Untuk menjalankan development server, gunakan:
npm run dev
Nuxt akan menjalankan development server dan biasanya tersedia melalui:
http://localhost:3000
Dokumentasi resmi Nuxt juga menyediakan command:
npm run dev -- -o
Opsi -o dapat digunakan agar browser dibuka secara otomatis.
Setelah server berjalan, buka:
http://localhost:3000
Jika halaman Nuxt muncul, berarti instalasi berhasil.
Langkah 5 — Memahami Struktur Project Nuxt 4
Setelah project berhasil dibuat, Anda akan menemukan beberapa direktori dan file penting.
Struktur sederhananya kurang lebih seperti:
daily-big-boss/
├── app/
│ ├── assets/
│ ├── components/
│ ├── layouts/
│ ├── middleware/
│ ├── pages/
│ └── app.vue
├── public/
├── server/
├── shared/
├── node_modules/
├── .gitignore
├── nuxt.config.ts
├── package.json
└── tsconfig.json
Struktur aktual dapat berbeda tergantung versi Nuxt dan pilihan yang dibuat ketika project dibuat.
Folder app/
Folder app menjadi lokasi utama aplikasi Nuxt.
Di dalamnya terdapat beberapa bagian penting seperti:
app/
├── components/
├── layouts/
├── middleware/
├── pages/
└── app.vue
app/pages/
Folder ini digunakan untuk membuat halaman aplikasi dan mendukung file-based routing.
Contohnya:
app/pages/
├── index.vue
├── about.vue
└── contact.vue
Maka route yang dihasilkan menjadi:
/
/about
/contact
Pendekatan ini membuat routing lebih sederhana karena developer tidak perlu membuat konfigurasi route secara manual untuk setiap halaman.
app/components/
Digunakan untuk menyimpan reusable Vue components.
Contohnya:
app/components/
├── Header.vue
├── Footer.vue
└── Button.vue
Nuxt mendukung auto-import component sehingga component dapat digunakan tanpa harus melakukan import secara manual pada banyak kasus.
app/layouts/
Digunakan untuk membuat layout aplikasi.
Misalnya:
app/layouts/
└── default.vue
Layout dapat digunakan untuk membuat struktur umum seperti:
Header
Navigation
Sidebar
Footer
app.vue
app.vue merupakan root component dari aplikasi Nuxt.
Untuk project sederhana, file ini dapat digunakan sebagai entry point utama aplikasi.
Langkah 6 — Membuat Halaman Pertama
Sekarang kita dapat membuat halaman sederhana.
Buat file:
app/pages/index.vue
Kemudian isi:
<template>
<main>
<h1>Hello Nuxt 4</h1>
<p>Project Nuxt berhasil dibuat.</p>
</main>
</template>
Simpan file tersebut.
Kemudian buka:
http://localhost:3000
Anda akan melihat:
Hello Nuxt 4
Project Nuxt berhasil dibuat.
Nuxt menggunakan file pada directory pages untuk menghasilkan route aplikasi.
Langkah 7 — Membuat Halaman Baru
Misalnya kita ingin membuat halaman About.
Buat:
app/pages/about.vue
Isi:
<template>
<main>
<h1>About</h1>
<p>Ini adalah halaman About.</p>
</main>
</template>
Kemudian buka:
http://localhost:3000/about
Nuxt akan otomatis mengenali halaman tersebut sebagai route /about.
Tidak perlu membuat konfigurasi router secara manual.
Langkah 8 — Membuat Dynamic Route
Nuxt juga mendukung dynamic routing.
Misalnya kita ingin membuat halaman detail artikel:
app/pages/articles/[slug].vue
Kemudian:
<script setup>
const route = useRoute()
</script>
<template>
<main>
<h1>Artikel</h1>
<p>Slug: {{ route.params.slug }}</p>
</main>
</template>
Sekarang URL seperti:
/articles/belajar-nuxt
akan menghasilkan parameter:
slug = belajar-nuxt
Fitur seperti ini sangat berguna untuk website artikel, blog, katalog, maupun aplikasi dengan halaman detail.
Langkah 9 — Menambahkan Component
Buat component:
app/components/AppHeader.vue
Contohnya:
<template>
<header>
<h1>Daily Big Boss</h1>
</header>
</template>
Kemudian component dapat digunakan pada halaman:
<template>
<div>
<AppHeader />
<main>
<h1>Home</h1>
</main>
</div>
</template>
Nuxt menyediakan mekanisme auto-import untuk berbagai bagian framework sehingga struktur project dapat tetap sederhana.
Langkah 10 — Mengenal Folder public
Folder public digunakan untuk menyimpan asset statis yang ingin tersedia langsung melalui URL.
Contohnya:
public/
└── images/
└── logo.png
File tersebut dapat diakses melalui:
/images/logo.png
Nuxt menjelaskan bahwa isi directory public disajikan langsung dari root URL aplikasi.
Hal ini cocok untuk asset seperti:
favicon
logo
robots.txt
gambar statis
file publik lainnya
Langkah 11 — Mengenal nuxt.config.ts
File:
nuxt.config.ts
digunakan untuk melakukan konfigurasi aplikasi Nuxt.
Contoh sederhana:
export default defineNuxtConfig({
devtools: {
enabled: true,
},
})
Pada project yang lebih kompleks, file ini dapat digunakan untuk konfigurasi:
Modules
Runtime Config
SEO
CSS
DevTools
TypeScript
Route Rules
Build configuration
Nitro
dan berbagai konfigurasi Nuxt lainnya.
Sebaiknya konfigurasi tetap dibuat minimal dan hanya menambahkan konfigurasi ketika memang diperlukan.
Langkah 12 — Build Project untuk Production
Setelah aplikasi selesai dikembangkan, project dapat di-build menggunakan:
npm run build
Nuxt kemudian akan menghasilkan output production.
Untuk deployment menggunakan Node.js server, output production berada di:
.output/
Nuxt menggunakan Nitro untuk menghasilkan server production yang dapat dijalankan pada environment Node.js.
Untuk menjalankan hasil build secara production:
NODE_ENV=production node .output/server/index.mjs
Secara default, server akan berjalan pada port:
3000
Perintah tersebut merupakan pola deployment Node.js yang didokumentasikan secara resmi oleh Nuxt.
Apakah Nuxt Bisa Digunakan di Shared Hosting?
Bisa, tetapi tergantung dukungan hosting terhadap Node.js.
Nuxt dapat dideploy dengan beberapa pendekatan, termasuk:
1. Node.js Server
Cocok jika hosting menyediakan:
Node.js
Process manager
Environment variable
Custom port atau reverse proxy
Ini merupakan pilihan yang cocok untuk aplikasi Nuxt SSR.
2. Static Hosting
Jika website tidak membutuhkan SSR pada setiap request, aplikasi dapat menggunakan prerendering/static generation.
Pendekatan ini memungkinkan hasil website disajikan sebagai file statis.
3. Serverless atau Edge
Nuxt juga mendukung deployment ke environment serverless dan edge melalui Nitro.
Pilihan deployment sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi, traffic, fitur SSR, dan kemampuan hosting.
Nuxt 4 vs Nuxt 3, Mana yang Harus Digunakan?
Untuk project baru pada 2026, pilihan yang disarankan adalah Nuxt 4.
Nuxt 3 sudah mencapai end of life pada 31 Juli 2026, sehingga tidak lagi menerima bug fix maupun security patch reguler. Dokumentasi resmi Nuxt juga mengarahkan pengguna untuk melakukan upgrade ke Nuxt 4.
Jadi, jika Anda membuat project baru:
npm create nuxt@latest nama-project
gunakan Nuxt 4.
Jika Anda masih memiliki project Nuxt 3, sebaiknya mulai merencanakan migrasi daripada membuat project baru menggunakan Nuxt 3.
Apakah Harus Menggunakan TypeScript?
Tidak harus.
Nuxt mendukung JavaScript maupun TypeScript.
Jika ingin menggunakan JavaScript, Anda tetap dapat membuat component Vue menggunakan:
<script setup>
const message = 'Hello Nuxt'
</script>
Sedangkan jika menggunakan TypeScript:
<script setup lang="ts">
const message: string = 'Hello Nuxt'
</script>
Untuk project kecil, JavaScript dapat menjadi pilihan yang lebih sederhana.
Namun, untuk aplikasi skala menengah hingga besar, TypeScript dapat membantu meningkatkan type safety dan maintainability.
Tips Setelah Berhasil Install Nuxt
Setelah project berhasil dibuat, jangan langsung memasang terlalu banyak package.
Sebaiknya mulai dengan struktur dasar:
app/
├── components/
├── composables/
├── layouts/
├── middleware/
├── pages/
└── app.vue
server/
├── api/
├── middleware/
└── utils/
public/
shared/
Kemudian tambahkan module atau dependency berdasarkan kebutuhan aplikasi.
Contohnya:
Authentication
State management
SEO
Image optimization
Internationalization
API integration
Analytics
Testing
Pendekatan ini membantu menjaga dependency tetap terkendali dan mengurangi technical debt.
Kesimpulan
Cara install Nuxt.js terbaru sebenarnya cukup sederhana.
Secara garis besar, langkahnya adalah:
node -v
npm create nuxt@latest daily-big-boss
cd daily-big-boss
npm install
npm run dev
Kemudian buka:
http://localhost:3000
Untuk project baru pada 2026, gunakan Nuxt 4 karena Nuxt 3 telah mencapai end of life. Dokumentasi resmi saat artikel ini dibuat menunjukkan Nuxt 4.5.2 sebagai versi terbaru.
Setelah memahami instalasi dasar, langkah berikutnya adalah mempelajari struktur folder, routing, components, composables, data fetching, middleware, SEO, serta deployment Nuxt ke production.
Dengan memahami fondasi tersebut, Anda dapat mulai membangun website maupun aplikasi web menggunakan Nuxt dengan struktur yang lebih terorganisir dan scalable.

